• Kamis, 26 Mei 2022

Katarina yang Agung dan Penaklukannya di Selatan (3)

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 19:00 WIB

Kekalahan ini dibarengi dengan kabar pemberontakan di Suriah dan Turki; pasukan Turki Usmani di garis depan Krimea harus ditarik kembali untuk menghalau pemberontakan. Perang itu usai sudah dengan kerugian luar biasa di pihak kekhalifahan. Mereka menyerahkan kemaharajaannya atas Krimea ke Rusia dan memberikan lawannya itu akses langsung ke Laut Hitam.

Mengapa ini penting? Vladimir Putin, Presiden Federasi Rusia, secara sengaja memajang patung Katarina yang Agung di ruang pertemuannya dengan Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdogan. Sebagaimana perjanjian Küçük Kaynarca, “gencatan senjata” yang diteken Turki dan Rusia selaku pihak yang menyokong faksi yang bertikai di Libya sejatinya merugikan Turki. Pasukan GNA yang didukung Turki diperintahkan untuk mundur dari jalan tol M4 dan M5, jalur strategis yang dapat sewaktu-waktu digunakan pasukan Haftar yang didukung Rusia untuk menyerbu Tripoli.

Patung pertunggu Katarina yang Agung berjejer dengan delegasi Turki. Pesannya jelas: sebagaimana di Krimea, Rusia tidak akan menolerir upaya apapun untuk menghalanginya dari akses ke laut. Rusia juga mahir mengumpulkan koalisi besar untuk mendukung Haftar – negara-negara yang sama-sama tidak menyukai langkah Turki untuk mengangkat diri sebagai hegemon di kawasan.

Erdogan, sepertinya, masih perlu belajar menahan diri. Tidakkah ia ingat bahwa Khan terakhir Krimea, ┼×ahin Giray, dipancung di pengasingan, nun jauh di Edirne sana?

(SELESAI)

Editor: Tim Penjedar 02

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Katarina yang Agung dan Penaklukannya di Selatan (2)

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 19:00 WIB

Katarina yang Agung dan Penaklukannya di Selatan (3)

Jumat, 22 Oktober 2021 | 19:00 WIB

Katarina yang Agung dan Penaklukannya di Selatan (1)

Kamis, 21 Oktober 2021 | 21:02 WIB

Terpopuler

X