• Jumat, 27 Mei 2022

Abdul Wahab dan Wahabisme Sebagai Ideologi Politik: Sejarah Transformasi (II)

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:00 WIB
Raja Saud ketika bertahta
Raja Saud ketika bertahta

 

Penjedar - Tamim Ansary mengemukakan bahwa, jika Karl Marx pernah berujar bahwa “saya bukan seorang marxis”, maka, hal yang sama mungkin akan dikatakan oleh Abdul Wahab jika ia masih hidup hingga sekarang, “saya bukan seorang wahabi”.

Jika melihat wahabisme sekarang diterapkan, maka pendapat Ansary memang masuk akal.

Sejak petama kali kemunculannya, wahabisme asli yang muncul dari tulisan-tulisan serta karya Abdul Wahab telah mengalami elaborasi dan perluasan makna oleh keluarga Saud dan kaum muslim lain yang ada di luar Arab Saudi.

Baca Juga: Abdul Wahab dan Wahabisme Sebagai Ideologi Politik: Sejarah Transformasi (I)

Dari “sekadar” berupaya mencontoh kehidupan warga Madinah di zaman Rasulullah sebagai perwujudan komunitas ideal menjadi ideologi politik resmi sebuah negara.

Jadi, Wahabisme bentuk awal yang diperjuangkan oleh Abdul Wahab sejatinya adalah “sekedar” sekte kepercayaan baru di Islam atau “mazhab” baru yang sepenuhnya adalah soal teologi, bukan soal politik.

Tulisan yang ditinggalkan Wahab dapat dilihat sebagai karya seseorang yang memandang dunia sepenuhnya dari kacamata keagamaan.

Baca Juga: Benedict Anderson, Kapitalisme Cetak, dan Muasal Kesadaran Nasional

Halaman:

Editor: Averio Nadhirianto

Tags

Terkini

Katarina yang Agung dan Penaklukannya di Selatan (2)

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 19:00 WIB

Katarina yang Agung dan Penaklukannya di Selatan (3)

Jumat, 22 Oktober 2021 | 19:00 WIB

Katarina yang Agung dan Penaklukannya di Selatan (1)

Kamis, 21 Oktober 2021 | 21:02 WIB

Terpopuler

X