Anas Urbaningrum hadir dalam Dialog Kebangsaan menyongsong pemilu 2024

- Minggu, 4 Juni 2023 | 03:00 WIB
Anas Urbaningrum tengah menyampaikan orasi kebangsaan
Anas Urbaningrum tengah menyampaikan orasi kebangsaan

PENJEDAR- Malam Minggu awal bulan Juni merupakan nostalgia warga KAHMI Tulungagung dengan Anas Urbaningrum di Graha Pahlawan Beji Tulungagung, Anas adalah Tokoh fenomenal dari HMI yang sempat viral dengan poster Tunggu Beta Bale.

Anas Urbaningrum memiliki kenangan sendiri dengan warga Tulungagung. Setelah 10 tahun tidak melalui jembatan Ngujang, baru hari ini beliau bisa melewatinya lagi.

Dalam dialog kebangsaan malam ini Anas Urbaningrum menyampaikan orasi kebangsaannya hampir 1 jam.

Baca Juga: Juru Bicara MK : Bantah Putusan MK Undang Undang Sistem Pemilu Bocor

Dimoderatori oleh Suprihno, M.Pd, Koordinator Presidium KAHMI MD Tulungagung Anas mengulik Kilas balik perjalanan demokrasi sejak era Reformasi sampai sekarang.

Kita mengetahui era reformasi dimana Anas  Urbaningrum juga memiliki andil dalam terbukanya kran demokratisasi di negara ini kala itu. Kini Setelah melewati hampir 30 tahun selama 5 periode pesta demokrasi  pasca reformasi bahkan hampir 6 kali adakah yang berubah?

Peristiwa reformasi dimaknai sebagai dekrit politik oleh rakyat. Sel Apakah sudah terjadi perubahan subtantansial dalam arsitektur dan konstruksi politik nasional dari ukuran demokrasi?

Baca Juga: Gonjang Ganjing Bocoran Putusan MK Sistem Pemilu 2024

Anas meyakini ada perubahan, yakni kebebasan berserikat, berkumpul dan berpartai. Ada ruang terbuka untuk berserikat. Contoh nyatanya setiap pemilu ada partai baru. Berbeda dengan partai sebelum demokrasi dalam candaan Anas ada satu setengah partai.

Entitas Partai adalah petugas demokrasi. Secara substantif masih ada pertanyaan secara serius belum terpenuhinya bangunan demokrasi yang ideal sebagaimana dulu yang dibayangkan.

Yang terjadi transformasi demokrasi  yang subtantif belum terjadi secara menyeluruh. Yang terjadi adalah pergantian actor politik, sirkulasi aktor politik berganti partai. Namun secara fundamental demokratisasi  bergerak dengan lamban.

Baca Juga: Semarak Pesta Demokrasi, Lihat Persyaratan Penerimaan Anggota Bawaslu 2023

Demokrasi yang dibangun seyogyanya parallel dengan proses perubahan struktur sosial, dan juga parallel dengan struktur ekonomi. Secara konstiitutif demokrasi haruslah memiliki daya dorong nyang nyata bagi keadilan ekonomi dan keadilan sosial.

Menyorot peran KAHMI dimana didalamnya adalah kaum intelektual yang terdiri dari akademisi, dan politisi serta pengusaha, haruslah menjadi Gudang ide pembaharu untuk bangsa Indonesia ini. Bukan sekedar dalam tataran ide bahkan KAHMI yang notabenenya aktifis yang sudah matang, harus lebih aplikatif membangun kemajuan bangsa.

Halaman:

Editor: Supriyess

Artikel Terkait

Terkini

Mewaspadai Black Campaign dalam pemilu 2024

Rabu, 23 Agustus 2023 | 16:20 WIB
X