• Sabtu, 29 Januari 2022

Dana Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung Membengkak Ditanggung APBN

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 11:46 WIB
Presiden Jokowi meninjau membangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, (/BPMI Setpres/Lukas)
Presiden Jokowi meninjau membangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, (/BPMI Setpres/Lukas)

PENJEDAR – Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung mendapat izin dari Presiden untuk menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal tersebut sesuai dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung.

Menanggapi hal itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membeberkan bahwa proyek kereta Cepat Jakarta-Bandung itu dialokasikan dari dana APBN. Adapun mangkaraknya proyek selama ini dikarenakan adanya pembengkakan APBN, salah satunya Pandemi Covid-19.

"Problem-nya adalah corona datang, dan kita ingin pembangunan tepat waktu. Corona datang membuat beberapa hal menjadi terhambat," terangnya Arya Sinulingga dalam keterangannya, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Baca Juga: Amerika - China Kembali Lakukan Kesepakatan Dagang, China Tekan AS Hapus tarif Dagang

Selain itu, pembengkakan juga terjadi karena adanya perubahan desain. Ia menyebut perubahan anggaran bukan hal yang baru seperti proyek pembangunan jalan tol.

"Pembengkakan itu hal yang wajar. Namanya pembangunan awal dan sebagainya, itu membuat hal yang jadi agak terhambat. Jadi, di mana-mana juga kemunduran yang sebelumnya itu akan menaikkan cost," tuturnya Arya.

Ia membantah adanya kenaikan anggaran karena telah direncanakan. Menurut dia, pembengkakan itu terjadi karena menyesuaikan kondisi geologis dan geografis.

Selain itu, Arya juga menjelaskan kenaikan harga tanah juga menjadi salah satu faktor adanya pembengkakan anggaran.

"Ada kenaikan harga. Itu wajar terjadi. Di hampir semua pembangunan yg kita lakukan, sejak dulu itu pasti ada perubahan-perubahan di sana yang membuat pembengkakan anggaran," sambungnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Abdul Qoni Akmaluddin

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Erling Haaland Akan Jadi Pemain Termahal Di Dunia

Minggu, 28 November 2021 | 21:38 WIB

Ralf Rangnick Mata Duitan – Nikolai Naumov

Jumat, 26 November 2021 | 17:14 WIB

Biden dan Erdogan Bahas HAM dan Jet F-16 di G20 Roma

Senin, 1 November 2021 | 15:06 WIB

Terpopuler

X