• Sabtu, 29 Januari 2022

Amerika - China Kembali Lakukan Kesepakatan Dagang, China Tekan AS Hapus tarif Dagang

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 11:18 WIB
Presiden China Xi Jinping dan Joe Biden dalam satu pertemuan. /Reuters/Mike Theiler/pikiran-rakyat.comt
Presiden China Xi Jinping dan Joe Biden dalam satu pertemuan. /Reuters/Mike Theiler/pikiran-rakyat.comt

PENJEDAR – Perang dagang antara China dan Amerika Serikat sampai saat ini masih belum selesai. Baru-baru ini, China menekan Amerika Serikat untuk menghapus tarif perdagangan melalui pejabat tinggi perdagangannya saat melakukan pembicaraan dengan pejabat tinggi perdagangan Amerika serikat.

Washington menilai bahwa pertemuan tersebut sebagai ujian dalam hubungan bilateral kedua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Pada Pembicaraan virtual antara Perwakilan Perdagangan AS (USTR) Katherine Tai dan Wakil Perdana Menteri China Liu He dilakukan menyusul pengumuman Katherine Tai bahwa pihaknya akan mengupayakan pembicaraan yang terus terang dan memastikan China memegang komitmennya di bawah perjanjian perdagangan Fase 1 yang dinegosiasikan oleh mantan Presiden Donald Trump.

“Pihak China menegosiasikan pembatalan tarif dan sanksi dan mengklarifikasi posisinya terkait model pembangunan dan kebijakan industri China,” ujar kantor berita Xinhua.

Baca Juga: Budiman Sudjatmiko : SBY Juga Pernah Melakukan Hal yang Sama

Pembicaraan tersebut merupakan yang kedua kalinya bagi Katherine Tai dan Liu He.

“Perwakilan Perdagangan AS (USTR) Katherine Tai dilaporkan ingin menggunakan kesempatan untuk menguji apakah hubungan bilateral dapat menangani keluhan AS terkait praktik perdagangan dan subsidi China,” jelas seorang pejabat kantor USTR.

Dirinya juga mengatakan bahwa Duta Besar Tai dan Wakil PM Liu kembali meninjau implementasi Kesepakatan Ekonomi dan Perdagangan AS – China dan sepakat bahwa kedua belah pihak akan berkonsultasi terkait sejumlah isu yang masih berlangsung.

Xinhua menjelaskan bahwa kedua pihak menyatakan kekhawatiran utama mereka dan sepakat untuk menyelesaikan kekhawatiran satu sama lain yang wajar melalui konsultasi.

"Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan komunikasi dengan pendekatan yang setara dan saling menghormati, dan untuk menciptakan kondisi yang sehat untuk perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara serta pemulihan ekonomi dunia,” menurut  laporan Xinhua.

Halaman:

Editor: Muhammad Abdul Qoni Akmaluddin

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

Erling Haaland Akan Jadi Pemain Termahal Di Dunia

Minggu, 28 November 2021 | 21:38 WIB

Ralf Rangnick Mata Duitan – Nikolai Naumov

Jumat, 26 November 2021 | 17:14 WIB

Biden dan Erdogan Bahas HAM dan Jet F-16 di G20 Roma

Senin, 1 November 2021 | 15:06 WIB

Terpopuler

X